4/3/12

Candle of Hopes: Earth Hour Semarang


Sabtu, 31 maret 2012 adalah puncak dari perayaan Earth Hour tahun ini. Earth Hour adalah gerakan global untuk melindungi bumi yang disimbolkan dengan mematikan lampu selama satu jam. Sebanyak 5251 kota di 153 ikut berpartisi pada Earth Hour 2011. Dikabarkan, jumlah tersebut meningkat tahun ini. Termasuk diantaranya Perancis, Libya dan Aljazair.
Indonesia sendiri mulai ikut perayaan Earth Hour sejak tahun 2009. Saat itu, hanya Jakarta yang berpartisipasi. Namun setelah itu kota-kota lain mengikuti, tak terkecuali Semarang. Untuk tahun ini, perayaan Earth Hour di Semarang berpusat di kawasan Tugu Muda. Ratusan orang ikut berpartisipasi menyalakan ‘Candle of Hopes’.
Sekitar pukul 8 malam, para volunteer ‘Candle of Hopes’ yang mengenakan dress code hitam mulai memasuki kawasan Tugu Muda. Dengan membawa lilin, mereka membentuk barisan melingkari kawasan luar Tugu Muda. Kemudian menunggu Bapak Kukrit selaku duta Earth Hour Semarang yang juga merupakan komisaris Suara Merdeka yang akan menyalakan lilin salah salah satu volunteer dari obor yang dibawanya. Hal ini menyimbolkan bahwa ‘generasi tua’ telah memberikan cahaya atau harapan kepada ‘generasi muda’. Oleh karena itu, sudah selayaknya ‘generasi muda’ terus berjuang dalam hal ini adalah menjaga kelestarian bumi agar bisa memberikan cahanya atau harapan ke generasi selanjutnya.
Tepat jam 8.30 malam lampu-lampu yang menerangi Tugu Muda, Gedung Pandanaran, Lawang Sewu dan Wisma Perdamaian mulai dipadamkan. Namun tidak untuk lampu lalu lintas karena untuk menjaga keamanan. Gelapnya Tugu Muda segera diterangi oleh lilin yang dibawa oleh volunteer ‘Candle of Hopes’. Dengan membawa lilin yang menyala, satu per satu volunteer masuk ke dalam Tugu Muda. Di sana, semua mengelilingi lilin yang membentuk angka 60+, menunggu hingga Earth Hour selesai jam 9.30 malam.
60+ sendiri merupakan simbol. Simbol untuk melakukan aksi lanjutan setelah mematikan lampu selama 60 menit itu. Dengan simbol 60+ diharapkan kesadaran kita untuk melakukan aksi-aksi ‘plus’ untuk menggunakan energi secara bijak. Misalnya mematikan lampu saat tidak di gunakan, mencabut charger setelah selesai digunakan, belanja membawa tote bag sendiri. Dan masih banyak lagi. Semoga usaha kecil yang kita lakukan dapat berdampak kebaikan untuk bumi kita tercinta. Ini aksiku. Mana aksimu?


*sumber: www.wwf.or.id

2 comments:

  1. Nice.. Akan aku proses suvenir dari EHindonesia untuk kamu ya.. :)

    ReplyDelete
  2. Makasih kak titiw. Makasih udah mampir di sini :)

    ReplyDelete