5/15/12

Happy Children Raise Happy Nation


“The true measure of a nation’s standing is how well it attends to its children – their health and safety, their material security, their education and socialization, and their sense of being loved, valued, and included in the families and societies into which they are born.” [1]


Ukuran sejati dari berdirinya sebuah negara adalah seberapa baik negara itu hadir untuk mencukupi kebutuhan anak-ananya. Yang diantaranya meliputi kesehatan dan keselamatan, keamanan, pendidikan dan sosialisasi, serta perasaan untuk dicintai dan dihargai dalam keluarga serta lingkungan dimana mereka dilahirkan.
Anak-anak di Belanda disebut sebagai anak-anak yang paling bahagia di Eropa, juga Amerika Utara. Mereka senang saat pergi ke sekolah, serta mempunyai hubungan yang baik dengan orang tua dan teman-temannya.
Beberapa waktu lalu WHO mengumumkan hasil survey mengenai perilaku hidup sehat "BSC (Health Behavior in School-Aged Children)" yang diikuti oleh 39 negara. Hasil dari survey yang dilakukan tiap lima tahun sekali tersebut menyebutkan bahwa anak-anak di Belanda mempunyai kebiasaan yang sehat dengan lebih sedikit  merokok, minum alkohol dan melakukan hubungan seksual di usia muda dibanding anak-anak di negara lain.
Selain faktor kesehatan, ada satu faktor yang sekiranya paling berpengaruh untuk membuat anak-anak bahagia, yakni baiknya hubungan antara anak dengan orang tua dan teman-temannya. Memang, orang tua di Belanda sangat mendukung dan menjaga pertumbuhan anak-anaknya. Bahkan, ibu-ibu muda yang baru melahirkan rela mengambil cuti yang lebih lama agar bisa merawat anaknya dengan baik. Mereka juga mempunyai kebiasaan untuk sarapan bersama setiap pagi. Saat makan bersama itulah terjadi interaksi dalam keluarga yang tentunya membuat komunikasi diantaranya semakin baik. Dengan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua juga membuat hubungan kekeluargaan mereka bagus. Dengan begitu, orang tua akan lebih mudah dalam mendidik anak-anaknya.
Di sekolah, anak-anak mempunyai hubungan yang baik dengan teman-temannya. Mereka jarang terlibat dalam perkelahian   dan kekerasan. Beban belajar yang diberikan pun tidak begitu berat. Hal ini tentu saja akan membuat anak-anak semangat dan nyaman dalam belajar. Guru-guru pun tidak memberi beban yang berat pada mereka, dengan memberi banyak tugas dan peer misalnya. Sehinga anak-anak tak mempunyai beban saat belajar. Maka tak heran bila kita mendengar banyak inovasi yang ditemukan di negeri kincir angin ini. Sedari kecil anak-anak sudah dibesarkan dan dirawat dengan baik, dengan tujuan agar mereka mempunyai kehidupan yang baik dan bisa membangun negara mereka dengan baik.
Ada baiknya jika kita meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang Belanda. Mendidik anak-anak dengan baik dan benar, untuk persiapannya meneruskan perjuangan bangsa ini.


[1] UNICEF Child poverty in perspective: An overview of child well-being in rich countries, Innocenti Report Card 7, 2007





No comments:

Post a Comment