Awal Desember tahun lalu, NBL
Indonesia merilis jadwal live streaming 75 pertadingan seri reguler di tujuhkota Indonesia. Live streaming NBL Indonesia bisa dinikmati mulai seri 1
Bandung dengan mengakses livesstreaming.nblindonesia.com. Namun, mulai seri 2 Solo,
untuk bisa menyaksikan live streaming NBL Indonesia melalui harus membayar Rp
20.000,- per pertandingan atau Rp 350.000,- untuk semua pertandingan. Hal ini
saya ketahui melalui twitter @nblindonesia tadi malam. Dengan sistem pay per view seperti ini pihak NBL
Indonesia menjanjikan kualitas layanan live streaming yang jauh lebih baik
dibanding dengan live streaming saat seri 1 di Bandung, Desember lalu.
1/8/12
12/25/11
Manusia Setengah Salmon
Pito, Mister, dan Salmon mengingatkan gue kembali,
bahwa esensi kita menjadi makhluk hidup adalah pindah. Dimulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu ke dunia
nyata. Lalu, kita pindah sekolah, lalu pindah pekerjaan. Dan, pada akhirnya,
kita pindah hidup. Mati, pindah ke alam lain (Dika, 2011:253).
Labels:
books,
raditya dika
Hukuman Menyanyi
Ada satu peraturan lucu yang ada di kampus saya. Yakni, jika
salah seorang mahasiswa meninggalkan kuncinya di motor kemudian kunci tersebut
ditemukan oleh satpam kampus maka kita harus menyanyi jika ingin kunci tersebut kembali. Entah
siapa yang mengusulkan peraturan tersebut. Peraturan tersebut
berlaku beberapa saat setelah kampus saya pindah ke kampus atas.
Labels:
Sastra
I Grew Up at 14
A friend told me a little saying:
You start your life crying for your parents to hold. You make your way through childhood testing things out, trusting that your parents are right behind you.
With adolescene, you begin saying, "Trust me, guys; I know what I am doing".Then by the time you are a teenager, it's "I wish they would leave me alone".As thirty rolls around you begin to wonder, "What would my parents think?"And at seventy you say, "I wish I COULD ask my parents".
I Grew Up at 14 by Jillian Balser
Labels:
contemplation,
family,
woman
11/27/11
Goodie Bag From WORDISME
Hari Sabtu yang saya tunggu-tunggu hadir di depan mata. Meski perjalanan menuju Jakarta dihadang banjir di Kota Lama, alhamdulillah saya tiba dengan selamat sentosa. Bersama dengan 300an orang dengan passion yang sama, saya berada di dalam aula Gedung Kompas Gramedia siap menyerap ilmu yang diberikan para pembicara #WORDISME dari jam 8.30 pagi hingga jam 5 sore.
Labels:
wordisme
Subscribe to:
Posts (Atom)